Monograph
[googlepdf url=”https://iis.fisipol.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/720/2025/02/Monograph-8-STAIR.pdf” download=”Download” width=”100%” height=”600″]
STAIR and the Futures of International Relations from Indonesia is more than a book—it’s a manifesto for reimagining global politics through the lens of the Global South!
From the birth of the STAIR Community in Indonesia to the urgency of decolonizing IR studies, this monograph challenges the traditional perspectives by incorporating critical approaches, such as phenomenology, the politics of technology, and aesthetics into international studies. This STAIR monograph invites us to embrace new ways of thinking about IR!
Access this monograph through http://ugm.id/IISMonograph8
[googlepdf url=”https://iis.fisipol.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/720/2025/01/IIS-MONOGRAPH-7.pdf” download=”Download” width=”100%” height=”600″]
Alih-alih dipandang sebagai kawasan terabaikan, Arktik kini bertransformasi menjadi kawasan strategis yang kaya sumber daya alam serta jalur pelayaran baru akibat mencairnya es. Berbagai negara mulai memperebutkan kawasan Arktik untuk memperluas pengaruh serta mengamankan kepentingan tanpa memperhatikan keberlanjutan eksistensi masyarakat adat Arktik. Implikasinya, masyarakat adat Arktik kerap diperlakukan sebagai subjek pasif. Dengan berbagai tekanan terhadap pergulatan geopolitik dan kontestasi sumber daya antarnegara, masyarakat adat secara simultan menemukan cara untuk turut terlibat aktif dalam dinamika tersebut.
IIS Research Monograph berjudul No Man’s Land No Longer: Kontestasi Sumber Daya dan Geopolitik di Kawasan Arktik akan membahas dinamika reposisi Arktik dari kawasan yang terabaikan menjadi arena pergulatan geopolitik dengan tiga konteks diskursif besar: (1) Kolonialisme hingga Perang Dingin, (2) Pasca-Perang Dingin, dan (3) Tata dunia pasca-unipolar.
[googlepdf url=”https://iis.fisipol.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/720/2024/05/Rev-03-Monograf.pdf” download=”Download” width=”100%” height=”600″]
Bagaimana dekolonisasi studi Hubungan Internasional dilakukan? Tidak dapat dimungkiri bahwa bentuk kolonialisasi melalui pengetahuan, termasuk budaya, berlangsung secara subtil, kompleks, tahan lama, dan terus direproduksi. Dominasi episteme pengetahuan yang bersentral dalam pendekatan Ero-Amerika menyebabkan pandangan bahwa seakan-akan hanya ada kebenaran tunggal, sementara model-model pengetahuan lain dianggap inferior dan tidak ilmiah. Isu-isu penelitian dan materi pengajaran dirumuskan berdasarkan kepentingan dan proyeksi politik negara adidaya untuk melanggengkan relasi kuasa yang asimetris. Dalam konteks ini, upaya dekolonisasi studi Hubungan Internasional menjadi sangat sentral.
IIS Research Monograph bertajuk Dekolonisasi Studi Hubungan Internasional akan menyajikan hasil pemikiran dan penelitian untuk membuka posibilitas produksi pengetahuan yang berbasis pada kondisi Negara Selatan, khususnya terkait warisan kolonialisme dan berorientasi pada politik emansipasi untuk memperjuangkan tata dunia yang lebih berkeadilan.
