IIS UGM Menggalang Dukungan untuk Ratifikasi CCM

Posted on 01 Aug 2016 - Views: 471

IIS UGM Raises Support for CCM Ratification

 

YOGYAKARTA- On 1 August 2016, the Institute of International Studies Universitas Gadjah Mada (IIS UGM) hold a campaign to push the Government of Indonesia to condemn the use of cluster bombs in Yemen and Syria and also to speed up the process of ratification of the Convention on Cluster Munition (CCM). This campaign is carried out on the day that marked the 6th entry into force anniversary of the CCM. 

The campaign invites students, teachers, and staffs to participate by signing postcards. The postcards contain messages urging the government to condemn the use of cluster bombs and to ratify the convention. "We are planning to send the postcards to President Joko Widodo, as a tool to remind the government of its obligation as a signatory to the convention," said Nurhawira Gigih, one of the organizers.

In addition to postcards signing, the campaign also asks the passersby to take symbolic pictures with placards and posters filled with information about cluster munition. "With these placards and posters, we hope the information could be spread across social media and therefore more people will be aware of the dangers of cluster munition and why we must abolish it", Gigih added.

During the event, which takes place from the morning until noon, there are already almost 100 postcards signed. IIS organizers said that they will continue collecting people’s signature for the postcards and hopefully these postcards could be delivered to the government by the end of the month.

 

IIS UGM Menggalang Dukungan untuk Ratifikasi CCM

YOGYAKARTA- Pada 1 Agustus 2016, Institute of International Studies Universitas Gadjah Mad (IIS UGM) menyelenggarakan kampanye dalam rangka mendorong Pemerintah RI untuk mengecam penggunaan bom tandan di Yaman dan Suriah, serta mempercepat proses ratifikasi Konvensi Bom Tandan / Convention on Cluster Munition (CCM). Kampanye ini dilakukan tepat di hari yang menandai peringatan 6 tahun berlakunya CCM.

Kampanye ini mengundang mahasiswa, dosen, dan karyawan untuk berpartisipasi dengan cara menandatangani kartu pos. Kartu pos ini berisi pesan-pesan yang mendesak pemerintah untuk mengeluarkan kecaman terhadap penggunaan bom tandan dan sesegera mungkin meratifikasi konvensi. "Kami berencana mengirimkan kartu pos ini kepada Presiden Joko Widodo, sebagai sebuah alat untuk mengingatkan pemerintah akan kewajibannya sebagai salah satu penanda tangan konvensi, " ujar Nurhawira Gigih, salah satu panitia.

Selain melakukan penandatanganan kartu pos, kampanye ini juga meminta para pelintas untuk mengambil foto simbolis dengan plakat dan poster yang berisi informasi mengenai bom tandan. "Dengan plakat dan poster ini, kami berharap informasinya dapat menyebar di media sosial sehingga akan lebih banyak orang menyadari mengenai bahaya dari bom tandan dan mengapa kita harus menghapuskannya", Gigih menambahkan.

Selama acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari, sudah ada hampir 100 kartu pos yang ditandatangani. Panitia dari IIS mengatakan bahwa mereka akan terus melanjutkan mengumpulkan tanda tangan masyarakat dan berharap kartu pos ini dapat dikirimkan ke pemerintah pada akhir bulan ini.